Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Minggu, 03 Mei 2009

Asal-Usul Cokelat (1001 asal-usul)

Minggu, 03 Mei 2009
ASAL-USUL COKELAT

Siapa yang tidak suka coklat? Hampir semua orang menyukai makanan ini. Rasanya manis, bentuknya berbagai macam dan mudah didapat. Apakah kalian juga tahu bagaimana coklat ditemukan ?

Coklat ditemukan pertama kali oleh orang Mexico di Amerika Tengah. Mereka mengolah biji dari tanaman coklat menjadi semacam bubuk bumbu dan minuman. Lalu oleh, Christopher Columbus dan Hernando Cortez bibit coklat dibawa ke benua Eropa pada awal tahun 1500an. Saat itu mereka tidak tahu bagaimana cara mengolah coklat yang mereka bawa karena rasanya sangat pahit.


Lalu, Cortez memiliki ide untuk menambahkan gula ke dalam minuman coklat. Nah, terciptalah minuman coklat yang sangat nikmat. Minuman itu kemudian menjadi sangat terkenal di Eropa. Lalu pada tahun 1800an negara Inggris dan Swiss membuat berbagai macam produk coklat. Nah, sejak dulu hingga sekarang Swiss dan Iggris menjadi negara penghasil produk coklat berkualitas tinggi dan rasanya sangat lezat.

Coklat itu berbentuk seperti biji-bijian. Para petani memetiknya saat biji-biji coklat sudah matang. Nah, sebelum menjadi makanan atau minuman, biji-biji coklat harus dikupas lebih dulu. Kemudian, selama beberapa hari coklat itu di fermentasi untuk mengurangi rasa pahitnya.

Setelah itu dikeringkan baik menggunakan alat atau di bawah sinar matahari. Setelah kering, biji-biji coklat itu akan dikirimkan ke pabrik-pabrik untuk diolah menjadi berbagai macam produk.


Produknya bermacam-macam bisa berupa coklat batang, permen coklat, es krim coklat atau susu coklat yang sering kita minum.

Cokelat dihasilkan dari kakao (Theobroma cacao) yang diperkirakan mula-mula tumbuh di daerah Amazon Utara sampai ke Amerika Tengah. Mungkin sampai ke Chiapas, bagian paling selatan Meksiko. Orang-orang Olmec memanfaatkan pohon dan , mungkin juga, membuat “cokelat” di sepanjang pantai teluk di selatan Meksiko sekitar 1000 tahun SM. Peradaban pertama yang mendiami Meso-Amerika itu mengenal “kakawa” yang buahnya dikonsumsi sebagai minuman.

Kakao atau kokoa sangat penting dalam kebudayaan Meso-Amerika pada saat itu, yaitu suku Maya, Toltec dan Aztec. Mereka memanfaatkan biji kokoa (cocoa bean) sebagai mata uang di semua wilayah itu. Suku Maya dari Guatemala Utara mengambil istilah cocoa dari bangsa Olmec. Diperkirakan kebiasaan minum cokelat suku Maya dimulai sekitar tahun 450 SM – 500 SM. Konon, konsumsi cokelat dianggap sebagai symbol status penting pada masa itu. Suku Maya mengkonsumsi cokelat dalam bentuk cairan berbuih ditaburi lada merah, vanilla, atau rempah-rempah lain.

Rasa cokelat masih sulit didefinisikan. Dalam buku Emperors of Chocolate, Joel Glenn Brenner menggambarkan riset terkini tentang rasanya. Tampaknya rasa cokelat tercipta dari campuran 1.200 macam zat, tanpa satu rasa yang jelas-jelas dominant. Sebagian dari zat itu rasanya sangat tidak enak kalau berdiri sendiri. Karenanya, sampai saat ini belum ada rasa cokelat tiruan.

Di antara zat-zat penghasil rasa cokelat terdapat lemak. Titik leleh lemak kokoa ini hanya sedikit di bawah suhuh normal tubuh manusia. Kalau Anda memakan sepotong cokelat, lemak itu lumer di dalam mulut. Lumernya lemak kokoa menimbulkan rasa lembut mirip beludru di mulut yang khas. Lemak kokoa tidak langsung diserap tubuh karena bukan dari jenis yang dapat menggemukkan tubuh.

Dengan mengkonsumsi cokelat, tubuh mampu menghasilkan antioksidan yang dapat membantu mencecgah serangan jantung dan mempertahankan daya tahan tubuh. Menurut American Dietetic Association, semakin murni cokelat yang dikonsumsi, akan semakin besar keuntungan yang diperoleh. Karbohidrat yang dibentuk senyawa kimia dalam cokelat menghasilkan serotonin, yang membantu stimulasi otak sehingga kita merasa santai dan juga tenang.

Sebatang cokelat juga kaan memenuhi 15% kalsium dan juga magnesium yang dibutuhkan tubuh kita. Meskipun terkadang cokelat kurang bagus untuk gigi, namun cokelat cokelat baik untuk dikonsumsi dalam jumlah kecil dan secara teratur. Sebuah studi yang dilakukan juga menunjukkan bahwa cokelat juga baik untuk pertumbuhan tulang dan proses penyembuhan.
Penggemar cokelat pantas bergembira karena sekeping cokelat hitam terbukti mampu memperlancar peredaran darah. Riset yang dipimpin Dr. Valentine Yanchau Njike dari Yale Prevention Reaserch Center, yang dilansir Reuters, menyebutkan cokelat hitam memiliki kandungan theobromine, phenethylamine, dan kafein yang jika dikonsumsi seimbang dan tepat akan membantu fungsi peredaran darah.
Hal-hal: Dari berbagai sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

 

For Rent Free

Uploaded with ImageShack.us

Banner

For Rent Free

Uploaded with ImageShack.us